Oleh : Nurul Hidayati, M.Kom
KD 3.1. MEMAHAMI
SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHAWAN
4.1.
MEMPRESENTASIKAN SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHAWAN
Pengertian Kewirausahaan
Wirausaha menurut asal katanya terdiri
atas kata wira dan usaha. Wira berarti
pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan
berwatak agung. Usaha berarti
perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu.
Pengertian wirausaha
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah
orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru,
menentukan cara produksi baru,menyusun kegiatan untuk mengadakan produk baru,
mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.
Kata Wiraswasta berasal
dari gabungan wira-swa-sta dalam
Bahasa sanksekerta. Wira berarti
utama, berani, teladan, swa berarti
sendiri, mandiri, sta berarti berdiri;
swasta berarti “berdiri di atas kaki sendiri”.
Kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa, dan kemampuan untuk menciptakan suatu hal
yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya sendiri maupun orang
lain.
Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis,
mengumpulkan sumber daya
yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat,
mengambil keuntungan serta memiliki
sifat, watak, dan kemampuan untuk
mewujudkan gagasan inovatif
kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses atau meningkatkan
pendapatan.
2. Ciri-ciri Wirausahawan
· Fokus yang terkendali
· Berenergi yang tinggi
· Kebutuhan akan prestasi
· Bertoleransi
terhadap keraguan
· Percaya diri
· Berorientasi
terhadap tindakan
3. Karakteristik Kewirausahaan
1. Inisiatif
Seorang wirausaha harus mempunyai inisiatif, yaitu prakarsa
atau ikhtiar dalam membuka
peluang atau membangun kegiatan yang berguna bagi dirinya dan orang lain.
2. Disiplin
Dalam menjalankan kehidupan dan kegiatan usahanya,
wirausahawan dituntut untuk memiliki kedisiplinan. Kedislipinan harus
diterapkan dalam berbagai hal, sesuai dengan usaha yang sedang
dijalankan.
3. Komitmen Tinggi
Untuk mendukung tercapainya keberhasilan usaha, wirausaha
harus mempunyai komitmen yang tinggi terhadap jegiatan usaha yang
dijalankannya.
4. Jujur
Sifat jujur adalah
perilaku utama yang
harus ditonjolkan wirausaha untuk membangun kepercayaan (kredibilitas) dari semua pihak
antara lain mitra kerja, kreditor, dan
pelanggan.
5. Kreatif dan Inovatif
Wirausaha harus mempunyai kreativitas (daya cipta) yang
relatif tinggi, intuisi yang kuat, wawasan yang luas, prakarsa/inisiatif yang relatif
tinggi, sehingga mampu
menjadi pribadi yang
inovatif.
6. Mandiri dan Realistis
Wirausaha harus memiliki sikap hidup mandiri, dinamis, dan
dapat memandang kehidupan serta
perkembangan bisnis secara
realistis. Ia harus memiliki
jiwa kepemimpinan dan sikap yang
pantang menyerah.
Dengan karakteristik seperti yang diungkapkan diatas, maka seorang wirausaha biasanya mempunyai
kemampuan tertentu, antara lain:
• Kemampuan
dalam membuka, mencari, menciptakan, dan menggunakan peluang.
• Kemampuan untuk
menemukan sesuatu yang baru.
• Kemampuan untuk menyatukan faktor-faktor produksi atau mengorganisasikan
perusahaan secara efektif dan efisien
• Kemampuan dalam
beradaptasi dengan lingkungan bisnis, masyarakat,
dan pemerintah
• Kemampuan dalam
mengambil keputusan dan meminimalkan risiko
• Kemampuan
memanfaatkan fasilitas dan teknologi yang ada
• Kemampuan untuk
bersaing dengan pihak lain
Untuk menjadi seorang
wirausahawan, diperlukan dukungan dari orang lain
yang berhubungan dengan bisnis yang kita kelola. Seorang wirausaha harus
mau menghadapi tantangan dan resiko yang ada. Resiko dijadikan sebagai pemacu untuk
maju, dengan adanya
resiko, seorang wirausaha
akan semakin maju.
Menurut Murphy dan Peek yang
diterjemahkan dalam bukunya oleh Bukhari Alam, ada delapan
anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausaha dalam
mengembangkan
profesinya, yaitu:
a. Kerja keras
Kerja
keras merupakan modal
keberhasilan seorang wirausaha. Setiap pengusaha yang sukses menempuh kerja keras yang
sungguh–sungguh dalam usahanya.
b. Kerjasama dengan orang lain
Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam
lingkungan pergaulan sebagai langkah
pertama untuk mengembangkan usaha. Seorang
wirausaha harus murah hati, mudah bergaul, ramah dan disenangi masyarakat dan
menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.
c. Penampilan yang baik
Penampilan yang
baik ditekankan pada
penampilan perilaku yang jujur
dan disiplin. Seorang
wirausaha harus dapat
yakin kepada diri
sendiri, yaitu keyakinan untuk
maju dan dilandasi ketekunan serta kesabaran.
d.
Pandai membuat keputusan
Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika
dihadapkan pada alternative sulit,
dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu – ragu dalam mengambil
keputusan yang baik sesuai dengan keyakinan.
e.
Mau menambah Ilmu pengetahuan
Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha,
diharapkan seorang wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam
usaha.
f. Ambisi untuk maju
Tanpa ambisi yang kuat, seorang
wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi
yang kuat, harus
diimbangi dengan usaha
yang keras dan disiplin diri yang baik.
g. Pandai berkomunikasi
Seorang wirausaha harus
dapat menarik orang
lain dengan tutur
kata yang baik, sopan, jujur dan percaya diri. Dengan demikian akan
memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik daan orang akan percaya dengan
apa yang disampaikan.
2. KEGAGALAN
WIRAUSAHAWAN
Penyebab kegagalan dalam
usaha pada umumnya
disebabkan oleh 4 faktor
utama, antara lain:
1. Kurangnya dana untuk modal
2. Kurangnya pengalaman
dalam bidang bisnis
3.
Tidak adanya perencanaan yang tepat dan matang
4.
Tidak cocoknya minat terhadap bidang usaha yang sedang digeluitinya.
Menurut Alex S. Niti Semito, kegagalan wirausahawan dalam menjalankan bisnisnya
terbagi menjadi dua,
yaitu :
1.
Kegagalan yang dapat dihindarkan
Hal ini sebenarnya
tidak perlu terjadi, karena pengusaha dapat menghindari dan dapat diantisipasi sebelumnya.
Misal: salah
mengelola perusahaan, tidak
ada rencana yang
matang, pelayanan yang kurang baik, dll
2. Kegagalan yang tidak dapat dihindarkan
Yaitu kegagalan yang sulit atau
hamper tidak dapat
dihindari seperti bencana
alam,peperangan, kebakaran, kecelakaan.
Sebab-sebab kegagalan
dalam menjalankan usaha:
• Kurang ulet dan
cepat putus asa
• Kurang tekun dan
kurang teliti
•
Tidak jujur dan kurang cekatan
• Kekeliruan dalam
memilih lapangan usaha
•
Kurang inisiatif dan kurang kreatif
•
Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal pinjaman
•
Mengambil kredit tanpa pertimbangan yang matang
•
Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen
•
Pelayanan yang kurang baik
•
Banyaknya piutang ragu – ragu
•
Banyaknya pemborosan dan penyimpangan
• Kekeliruan
menghitung harga pokok
•
Menyamakan perusahaan sebagai badan social
• Sulit memisahkan
antara harta pribadi dengan harta perusahaan
• Kemacetan yang
sering terjadi
• Kurangnya pengawasan
A. Pengertian Kerja Prestatif
Prestasi adalah hasil
yang dicapai dari sesuatu yag telah dilakukan atau dikerjakan. Arti prestatif
adalah berprestasi atau ukuran keberhasilan.
Jadi, kerja prestatif dapat diartikan sebagai
kerja yang berprestasi.Prestasi yang baik biasanya dapat dicapai oleh
seseorang yang menerapkan perilaku kerja prestatif, yaitu seseorang
yang selalu ingi mencapai kemajuan
bagi dirinya maupun
lingkungannya melalui kerja keras.
Kerja keras (work
hard) harus diwarnai
oleh sikap yang baik dalam bekerja, seperti :
1. Bekerja
dengan didasarkan pada kecerdasan dan imajinasi (work with head)
2.
Bekerja dengan sepunuh hati (work with heart)
3.
Bekerja dengan jujur (work with honest)
4. Bekerja dengan
menghargai (work with honour)
5. Bekerja dengan
rammah (work with hospitaly)
B. Tujuan Kerja Prestatif
Tujuan dari kerja prestatif adalah untuk mendukung pencapaian tujuan
utama usaha yang dibangun oleh
seseorang atau organisasiperusahaan dalam menjalankan fungsinya susuai dengan
visi (wawasan dan tujuan
masa depan), misi (pelaksanaan tugas) dan tujuan strategisnya.
C. Manfaat perilaku
kerja prestatif bagi
para wirausahawan terhadap usahanya dan pembangunan bangsa sebagai berikut:
a.
Meningkatkan kelancaran proses produksi, distribusi, dan konsumsi.
b.
Meningkatkan sikap tanggap terhadap perubahann usaha.
c. Meningkatkan prestasi kerja lebih efektif
dan efisien di dalam
mengelola usahanya.
d.
Meningkatkan prestasi kerja lebih kreatif, inovatif, dan fleksibel.
e.
Meningkatkan prestasi kerja secara maksimal dalam usahanya.
f.
Meningkatkan kerja keras dan menemukan pemecahan masalah usahanya.
g. Meningkatkan kerja
dengan penuh perhatian dan bertanggung jawab.
h. Mendorong untuk
mencapai keberhasilan di dalam usahanya.
i. Meningkatkan
produktivitas dalam organisasi perusahaan.
j. Meningkatkan
komitmen tinggi terhadap pekerjaanya.
Secara umum, yang dimaksud dengan prinsip kerja prestatif
adalah bagaimana seseorang menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan
memotivasi dirinya untuk
mencapai hasil kerja
yang sebaik –baiknya.
E. Cara Mencapai Kerja Prestatif
Untuk mencapai
kerja prestatif tersebut, seseorang harus :
1.
Mempunyai kekuatan untuk menciptakan kegiatan
2.
Mempunyai Pemahaman tujuan pekerjaan
3.
Mmepunyai kemampuan/keterampilan untukn mengemban tugas
4.
Mempunyai motivasi diri untuk bekerja dengan baik
5. Mempunyai
intergritas dan loyalitas
6. Mempunyai ketahanan diri terhadap tekanan
psikologis dari beban tiap pekerjaan
7.
Mempunyai sikap mudah bekerja sama dengan orang lain
8. Mempunyai rasa
tanggung jawab terhadap penyelesaian
Perilaku
kerja prestatif ( selalu ingin maju ) meliputi;
a. Kerja keras
b. kerja mawas>< emosional
c.
kerja cerdas
d. kerja tuntas
e. kerja ikhlas
PERILAKU KERJA
PRESTATIF
Jenis dan perilaku kerja prestatif yang
harus diperhatikan oleh para
wirausaha untuk mencapai keberhasilan di dalam
mengelola usahanya atau
bisnisnya antara lain meliputi hal-hal berikut
ini:
1.
Kerja Ikhlas
Kerja ikhlas adalah bekerja dengan bersungguh-sungguh,
dapat menghasilkan sesuatu yang
baik dan dilandasi dengan hati yang tulus.
Contoh: Seorang buruh
tani yang bekerja
dengan upah yang pas-pasan,
namun tetap bekerja dengan baik melaksanakan pekerjaan dengan tulus dan
semata-mata merupakan pengabdian kepada pekerjaannya yang menghasilkan uang
untuk keperluan hidup keluarga.
2. Kerja Mawas Terhadap Emosional
Kerja mawas terhadap emosional adalah bekerja dengan tidak
terpengaruh oleh perasaan/kemarahan yang sedang melanda jiwanya. Seorang pemilik
perusahaan, di rumah mempunyai masalah
dengan
3.
Kerja Cerdas
Kerja cerdas adalah bahwa di dalam bekerja harus pandai
memperhitungkan resiko, mampu melihat peluang dan dapat mencari solusi sehingga
dapat mencapai keuntungan yang diharapkan.
Perilaku/sikap cerdas dalam melakukan pekerjaannya
menggunakan teknologi yang tepat,
menggunakan konsep hitung
menghitung, memakai atau menggunakan bahasa global, pandai
berkomunikasi dan pandai
pula mengelola informasi.
Kerja keras adalah
dalam bekerja kita harus mempunyai sifat mampu kerja
atau gila kerja untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai. Mereka dapat
memanfaatkan waktu yang optimal sehingga kadang-kadang tidak mengenal waktu, jarak serta kesulitan yang
dihadapi. Dalam bekerja mereka penuh
semangat dan berusaha
keras untuk meraih
hasil yang baik dan maksimal.
5. Kerja Tuntas
Kerja tuntas adalah
di dalam bekerja
mampu mengorganisasikan bagian usaha secara terpadu dari
awal sampai akhir
untuk dapat menghasilkan usaha sampai selesai dengan
mak
6
Ciri-ciri seorang wirausahawan menurut Geoffrey g. Meredith yaitu :
1. Percaya diri
adalah paduan sikap
dan keyakinan seseorang dalam memulai, melakukan, dan menyelesaikan suatu tugas atau
pekerjaan yang di hadapi.
Memiliki nilau keyakinan, optimisme, individualisme
dan ketidak ketergantungan.
2. Berorientasi
pada tugas dan hasil. Wirausahawan
adalah yang selalu mengutamakan tugas
dan hasil. Slalu
mengutamakan prestasi,
berorientasi pada laba,
ketekunan dan ketabahan, tekat kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energit,
serta beriniaiatif. Slalu mendahulukan hasil kerja
atau prestasi, tidak
malu atau tidak
gengsi melakukan pekerjaan. Saat berprestasi tuadak pernah puas dengan
hasil, sehingga usahanya semakin maju dan berkembang.
3. Berani
mengambil resiko. Setiap
wirausahawan memiliki kemauan untuk mengambil resiko
karena ingin menjadi
pemenang tetapi dengan jalan atau cara yang baik. Dan
tidak takut mengambil resiko yang besar karena mereka
telah mempertimbangkan atau memperhitungkan akan
berhasil dalam mengatasi resiko itu. Wirausaha lebih menyukai usaha yang lebih menantang untuk mencapai
kesuksesan.
4. Memiliki jiwa
kepemimpinan. Wirausahawan dituntut
memiliki sifat kepemimpinan,
kepeloporan, dan keteladanan. Dengan menggunakan kemampuan kreativitas dan jnovasi, mereka
selalu menampilkan barang dan jasa jasa yang dihasilkannya dengan
lebih cepat, lebih
dahulu daripada pasar. Slalu menyesuaikan diri dengan organisasi yang
dipimpinnya, berpikir terbuka
dengan mau mendengar kritik dan saran dari bawahannya. Dan bersifat
responsif terhadap masalah masalah yang dihadapi.
5. Berorientasi pada masa depan. Wirausahawan yang
berorientasi pada masa depan
adalah orang yang memiliki perspektif dan pandangan pada masa depan. Mereka tidak
cepat puas dengan
keadaan sekarang dan terus
menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda slalu tau cara mengembangkan bidang
usahanya dimasa depan
agar kontinuitasnya tetap terjaga.
6. Keorisinilan. Wirausahawan
tidak pernah mau mengekor atau mengikuti pada keberhasilan orang lain, justru
menemukan sesuatu yang baru. Mereka
selalu kreatif dan inovatif serta
mampu mewujudkan ide ide yang muncul.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar